Showing posts with label BABY. Show all posts
Showing posts with label BABY. Show all posts

Menyapih Dengan Cinta?

Aika umurnya sekarang sudah lebih dari 2 tahun, namun kami sebagai orang tua sekarang harus berpikir keras untuk mencari cara agar dapat menyapihnya dengan cara yang baik, tanpa paksaan seperti menggunaan sesuatu yang pahit dan membuat Aika sudah siap bahwa dia sekarang sudah tidak nyenyeh (mimi) lagi.
Kendala utama nya saat ini adalah sifat tidak mudah menyerahnya, waktu terakhir kami coba sapih dia tetap keukeuh dan menangis dalam waktu yang lama. Biasanya jika ada anak yang menangis akan diam lalu tertidur, berbeda dengan Aika, dia terus menangis sampai melenting-lentingkan badannya. Sudah coba untuk dipangku dan ditawari air minum tapi tetap dia menolak. Akhirnya kami biarkan dalam waktu yang lama sambil terus dibujuk, namun sayang untuk percobaan kali ini gagal dan akhirnya Aika nyenyeh.
Sempat ada masukkan dari orang rumah (kami masih tinggal di rumah mertua) untuk menggunakan brotowali, dengan alasan bahwa tangisan malam hari akan mengganggu. Namun kami tetap akan berusaha menggunakan cara alami karena beberapa pertimbangan yang salah satunya adalah agar Aika tidak trauma. 

AYAT UNTUK MUDAH MELAHIRKAN

AYAT  UNTUK  MUDAH  MELAHIRKAN

Diterjemahkan oleh H. Mohamad Fatoni Asyhari, S.Ag

SURAT AL-BAQARAH (QS. 2 : 255)
اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

SURAT AL-‘ARAF (QS. 7 : 54)
إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثاً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ تَبَارَكَ اللّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ   
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy [548]. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang- bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.
[548] Bersemayam di atas 'Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dan kesucian-Nya.

SURAT AL-FALAQ (QS. 113 : 1-5)
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ()  مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ  () وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ  () وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ  () وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ  ()
113.1. Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,
113.2. dari kejahatan makhluk-Nya,
113.3. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
113.4. dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul [1610],

113.5. dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki".
[1610] Biasanya tukang-tukan sihir dalam melakukan sihirnya membikin buhul-buhul dari tali lalu membacakan jampi-jampi dengan menghembus-hembuskan nafasnya ke buhul tersebut.

SURAT AN-NAAS (QS. 114 : 1-6)
 قُلْ أَعُـوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ   ()مَلِكِ النَّاسِ   ()إِلَهِ النَّاسِ  () مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ()الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُوْرِ النَّاسِ  ()مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ   ()

114.1. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
114.2. Raja manusia.
114.3. Sembahan manusia.
114.4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
114.5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
114.6. dari (golongan) jin dan manusia.

Sumber :
عن فاطمة الزهراء ، أن رسول الله عليه الصلاة و السلام لما دنا ولادتها أمر أم سلمة وزينب بنت جحش أن يأتيا فيقرأ عندها آية الكرسي ( و إن ربكم الله الآية و يعوذانها بالمعوذتين ) أخرجه ابن السني
Dari Fathimah Az-Zahra bahwa Rasulullah SAW ketika Fathimah akan melahirkan, memerintahkan Ummu Salamah dan Zainab binti Jahsy untuk datang dan membacakan di sisi Fathimah Ayat Kursi, QS. Al-‘Araf [7] ayat 54 dan Al-Muawwidatain (Al-Falaq dan An-Naas).
(HR. Ibnu As-Sunny)
1.      Kitab Al-Qur’an Asy-Syaafi, Muhammad Ibrahim Salim, Maktabah Al-Qur’an, h. 62-63.
2.      http://www.ouarsenis.com/vb/showthread.php?s=&threadid=534


Expecting Child Journey : Keluhan Selama Kehamilan

Saat hamil, tentunya semua wanita punya pengalaman sendiri-sendiri, begitu juga saya. Selama hamil biasanya timbul berbagai keluhan-keluhan yang dirasakan si ibu. Keluhan itu dirasakan sejak kehamilan dimulai dan dengan tingkat keluhan yang berbeda-beda, mulai dari ringan sampai berat. Misalnya : mual-mual, pusing, perut kembung, stretchmark, PD sakit, dan seterusnya.

Bersyukurlah jika kamu termasuk tipe ibu yang tidak mengalami keluhan berarti saat kehamilan, begitu juga saya. Kehamilan saya yang pertama ini harus saya syukuri, selain karena kehamilan ini sudah cukup lama dinantikan juga karena kehamilan ini yang bisa dibilang hampir tanpa keluhan berarti. Yup, sejak kehamilan pertama sampai usia kehamilan saya yang sekarang (sekitar 7bulan), si debay benar-benar soleh. Aktifitas saya berjalan seperti biasa tanpa halangan. Saya juga tidak ngidam yang aneh-aneh atau harus makan makanan tertentu.

Namun, bukan berarti tidak ada keluhan sama sekali ya. Memang ada juga beberapa keluhan, ya namanya juga hamil, tapi tidak sampai membuat saya atau orang-orang disekeliling saya kerepotan. Nah berikut ini saya ingin share tentang keluhan-keluhan yang saya alami:

*) Usia 1-5 minggu :
a. Enek.
Ini keluhan pertama yang awalnya saya kira sebagai efek dari masuk angin. Maklum situasinya saat itu baru balik dari perjalanan luar kota (pulkam)..Plus kondisi kamar kost-an yang gerah membuat saya selalu berdiam dibawah putaran kipas angin. Tapi ternyata rasa enek di mulut itu bukan dari masuk angin yah. Tapi tidak sampai muntah, hanya rasa sebel/eneg di mulut aja :)

b. Mudah Lapar.
Ini yang saya rasa cukup aneh. kenapa aneh? Karena saya bukan tipe perempuan yang suka ngemil, dan hanya lapar dijam-jam makan berat. Sedangkan saat itu, meskipun perut baru saja saya isi tapi 3jam kemudian sudah terasa sangat lapar. Rasa laparnya juga tidak biasa, seperti sudah puasa tidak makan dari pagi sampai sore, atau seperti tidak makan 1hari!

c.Perut Seperti Ditekan atau Ditindih.
Saat tidur dimalam hari hal ini sering saya rasakan sedangkan pagi sampai sore tidak. Akibatnya, tidur saya tidak terlalu nyenyak dan gelisah. Pengaruh dari kondisi kamar yang gerah juga sih, maklum Jakarta tidak sesejuk Tasik :( .

d. Keputihan.
Hmmm ini mungkin yang agak menganggu. Tapi saat tau saya positif hamil, saya mengetahui kondisi keputihan itu sebagai hal yang normal akibar perubahan hormon, (tentunya selama kondisi cairan keputihannya terlihat wajar yah)

e. Selera Makan yang Moody.
Mungkin ini efek dari enek itu ya. Akibatnya makan jadi ogah-ogahan, apalagi kalo yang masaknya kita sendiri. Nah kalau mau disebut ngidam, mungkin lebih tepatnya disebut "selera makan yang moody". Karena males makan makanan yg dimasak sendiri, akhirnya sesekali makan makanan kaki lima juga.

Minggu berikutnya, keluhannya berganti. Beberapa keluhan-keluhan diatas menghilang, dan berganti keluhan lain. Tapi bukan keluhan yang berarti juga sih.

*) Usia 6-9minggu
Saya mulai sadar sedang hamil, yay! Rasa eneknya sudah hilang sejak lewat sebulan usia kehamilan, tapi keluhannya berganti :

a. Mudah Lapar.
Rasa laparnya semakin saya rasakan, setiap 2-3jam perut pasti minta diisi. Dan saya harus selalu sedia stok makanan agar bisa ngemil kapannpun lapar.Tapi karena saya berhati-hati dengan yang saya makan, saya memilih-milih makanan yg rendah/non sukrosa, garam, ataupun MSG.

b. Kelenger.
Saya kurang tau ini akibat apa, saya punya rutinitas masak setiap jam 8, untuk sarapan atau makan siang. Awalnya saya pikir kelenger itu karena saya masak dalam kondisi perut kosong sementara perut sudah sangat lapar. Orang sunda bilang, salatri. Tapi meski sudah sarapan dulu untuk memulai aktifitas masak, kelenger ini masih saya alami. Gejalanya nafas jadi berat dan keluar keringet dingin, diikuti rasa lemas disekujur tubuh.

Mengingat kondisi dapur yang saya pakai untuk aktifitas memasak dipagi hari memang panas, (sinar matahari  full masuk kesana selama berjam-jam hingga tengah hari) , akhirnya saya takut kelenger itu akibat saya kepanasan dan lama berdiri selama memasak disana sekitar 2jam tiap hari. Kelenger mungkin karena kepanasan dan kurang cairan ya? Suhu yang terlalu panas disebutkan tidak baik untuk ibu hamil. Jadi saya selalu berusaha masak secepat mungkin sambil duduk sesering mungkin dan terus mengisi perut dengan sarapan.

c. Saat Bangun Subuh, Perut Terasa Kencang
Yap, rasa kencang ini terasa saat bangun pagi, dan jongkok untuk buang air kecil yang pertama ..Tapi menjelang pagi rasa kencangnya hilang. Mungkin karena dibawa beraktifitas.

d. Sesekali Mengantuk Disiang Hari.
Setelah beres rutinitas masak sekitar jam 10, biasanya saya melayani customer di online store saya. Tapi ada kalanya sesekali rasa ngantuk melanda, cuma sesekali sih, alhasil saya tidur-tiduran selama beberapa menit. Padahal saya ini tipe orang yang ga pernah tidur siang, saya hanya tidur dimalam hari.

e. Perut Mudah Kembung  dan Kentut
Jangan makan dalam porsi banyak sekaligus, begitu nasihat yang saya dengar. Tapi toh saya tetap makan siang/malam dengan porsi seperti sebelum hamil, dan sisanya ngemil. Kadang-kadang kembung sih, buang gasnya itu yang bikin males. Usahakan tetap BAB rutin karena dengan perut yang kembung, perut yang semakin membesar terasa menyiksa. Untungnya saya selalu rutin makan pepaya, jadi BAB tetap lancar.

Keluhan-keluhan diatas tidak saya rasakan setiap hari, tapi berganti-ganti, kecuali rasa laparnya XD.
Namun suhu kamar yang gerah masih membuat saya susah tidur dan tidur saya tidak nyaman. Maklum, dikostan tidak pasang AC.

*)  Usia 10-15minggu :
relatif sama seperti usia kehamilan 9minggu yang lalu :)

*) Usia 17-20minggu :
Karena saya mulai merasa butuh tambahan nutrisi, maka saya membeli suplemen. Kebetulan sejak usia 17weeks saya pulang kampung (lagi) dan rencana lahiran dikampung. Kelenger yang saya rasakan sudah hilang, sepertinya karena suhu di kampung halaman memang lebih sejuk. Tidur juga jadi lebih nyenyak.

a, Lapar Setiap 2jam
Saya mulai terbiasa dengan kebiasaan baru ini, ngemil setiap 2jam setiap hari. Karena sering lapar maka saya stok biskuit dan buah-buahan. Saya kelimpungan kalau stok makanan habis dan tidak ada pedagang yang lewat kedepan rumah! Awalnya saya takut berat badan saya tidak kunjung naik, tapi ternyata pelan-pelan naik juga dengan stabil.

b.Keputihan.
hmm yang ini masih ada. Saat konsul ke dokter obgyn sekalian USG, saya disarankan untuk ganti celana dalam sesering mungkin.

c. Mata kering
Awalnya saya pikir karena terlalu lama didepan laptop, tapi saya sempat membaca di babycenter, ternyata mata kering itu pengaruh dari hormon saat kehamilan juga. Disarankan pakai obat tetes mata, tapi air bersih biasa juga bisa kok.

d. Perut gatel
Ini sempat saya rasakan selama 2minggu. Selidik punya selidik hal ini dikarenakan kulit disekitar perut meregang dan kondisi kulit yang kering dan kurang elastis membuat kulit di area perut menjadi gatal. Dan saya tengok, mulai ada sedikit stretchmark disitu. Alhasil saya oleskan vitamin E di area perut secara rutin, dan rutin makan vitamin juga agar kulit elastis. Ternyata berhasil dan keluhan ini hilang sampai sekarang :D

e. Sesekali Mimpi
Meski tidur lebih nyenyak, kadang-kadang saya bermimpi. Kadang mimpinya tentang bayi saya, tapi lebih sering tentang hal lain yang tidak ada hubungannya sama sekali, haha.

f. Mudah Haus,
Ini juga akbiat perubahan hormon, jadi ibu hamil harus sering-sering minum yah. Usahakan minum air putih, 9-10gelas sehari.

g. Jerawat
Nah ini juga sempat menganggu saya sekitar 1bulan. Apalagi kalau malas cuci muka. Tapi lama-lama sembuh sendiri, mungkin pengaruh suplemen yang saya makan dan rajin cuci muka juga.

h. Gusi Bengkak
Ga nyangka ya, ternyata kebersihan gigi saat hamil juga harus diperhatikan. Saya sempat mengalami gusi bengkak selama beberapa hari. Cek ricek ke om gugel, ternyata gigi dan gusi yang kurang terawat saat kehamilan beresiko membuat gusi menjadi bengkak. Hal ini karena saat hamil timbunan sisa makanan disitu lebih cepat merangsang pertumbuhan bakteri. Jadi selalu gosok gigi setelah makan.

*) Usia 21-26minggu
Usia kehamilan bertambah maka keluhan pun berganti lagi. Saya mulai rajin jalan-jalan sebagai olahraga ringan sekitar 20-30menit, meskipun kadang cuma jalan-jalan bolak balik didepan rumah. Tidur lebih nyenyak dan jarang mimpi, hampir tidak pernah.

a. Lapar
Masih tetap lapar, malah makin sering deh sepertinya. Sejak awal kehamilan, beran badan saya sudah naik 9kilo. Tinggi badan 163, berat badan awal 45kg.

b. Sakit Pungggung
Ini keluhan harian saya sekarang, apalagi aktifitas saya itu duduk manis di depan laptop setiap hari. Sebaiknya jangan duduk lebih dari 1jam, selalu berdiri dan bergerak agar punggung tidak sakit. Duduk pun harus pakai bantal sebagai sandaran.  Dan saya juga berusaha duduk bersila dengan tegak karena katanya bisa menjaga posisi janin didalam rahim.

c. Makan Sedikit Dada Sudah Sesak.
slowdown aja kalau makan, karena makan sedikit rasanya sesak di dada. Denger-denger hal ini pengaruh dari si janin yang mendesak organ-organ kita ke atas, jadi rasanya lebih sesak.

d. Pipis
Saya cukup sering terbangun dimalam hari karena ingin pipis. Terutama kalau sebelum tidur minum air dulu. Meskipun hanya terbangun satu kali tapi tetap mengganggu tidur ya. Sebaiknya jangan minum air banyak-banyak dimalam hari.

e. Gerah
Kali ini bukan karena suhu kotanya tapi pengaruh janin yang membesar dengan pesat membuat suhu tubuh kita jadi panas dan gerah. Untungnya tidak terus-terusan gerah, Saya merasakannya disiang hari dan saat hendak tidur malam. Selebihnya saya harus bersyukur suhu kota saya ini lumayan sejuk.

Nah sekian hal-hal yang saya alami sampai usia kehamilan 26weeks.
Nanti akan saya update kembali ya.


Expecting Child Journey : Ingin Punya Keturunan? Coba Tips Cara Memiliki Keturunan Ini

Mungkin Anda adalah salah satu dari sekian pasangan yang belum dikaruniai anak meskipun sudah menikah bertahun-tahun. Saya sempat memiliki kekhawatiran yang sama seperti kebanyakan pasangan karena tak kunjung hamil. Meski mungkin saya tidak menanti selama Anda tapi saya ingin berbagi cerita dari mulai saya menikah hingga hamil. Mungkin akan ada manfaat yang bisa diambil dari cerita yang saya bagikan.

Usia pernikahan saya saat itu sudah 1,5 tahun dan  belum dikaruniai keturunan. Riwayat pernikahan kami kira-kira seperti ini:

Sejak sebelum menikah, suami saya mendapatkan kontrak kerja di Bengkulu sebagai guru SMP St.Carolus. Kami menikah saat dia mendapat cuti libur dan paskah di bulan aparil 2012. Namun setelah menikah, suami hanya ber honey moon dengan saya selama seminggu dan setelah itu kembali pulang ke Bengkulu. Kami memutuskan menunda punya baby. Barulah bulan Juli ditahun yang sama saya ikut dia ke Bengkulu.

Saat di Bengkulu kami masih menunda untuk memiliki baby, baru bulan Oktoberlah program baby dimulai. Namun belum ada tanda-tanda hamil, malah saya mulai menyadari siklus haid saya berubah, bahkan sesekali berantakan. Hingga masa kontrak kerja suami selesai bulan Desember 2012 dan kembali ke kampung halaman di Tasik, saya masih belum hamil. Malah kami terpaksa kembali long distance karena suami dapat kerja di Jakarta dan hanya pulang sesekali ke Tasik di akhir minggu.

Namun, dengan pertimbangan ingin mendapat baby, maka meskipun belum mendapat kost-an yang layak saya memilih ikut ke Jakarta. Apalagi sepertinya ortu, besan dan ipar mulai bertanya apakah saya sudah "isi" atau belum. Mulai April 2013 ikutlah saya dengan suami ke Jakarta. Dan program baby pun kembali dimulai.

Saya dan suami mulai mencoba saran-saran yang bisa kami dapatkan. Salah satu kesulitan kami saat itu, sulitnya memperoleh makan yang sehat, bergizi dan pas dikantong, karena kami tidak bisa masak di kostan yang tidak ada dapurnya, Jadi sebisa mungkin makan suplemen, buah, dan mengukus beberapa jenis sayuran sambil memasak nasi dirice cooker. Membeli makanan jadi sudah membuat saya bosan. Tapi bagaimanapun juga saya berusaha sebisanya untuk ML dimasa subur, mencoba yang saya bisa lakukan sebelum ke dokter kandungan, termasuk latihan managemen stres , dll.

Niatan ke dokter kandungan tetap ada, tapi biaya promil di Jakarta sepertinya mahal, jadi saya menunggu waktu yang tepat kapan bisa sekalian cek di Tasik. Kalaupun harus cek di Jkt, saya menunggu kira-kira kapan suami bisa punya waktu untuk mengantar saya.

Sebetulnya saya yakin rahim saya sehat tapi saya tidak cukup yakin dengan kondisi psikologis saya. Kemungkinan saya punya stres atau kelelahan. Maklum saya tipe orang yang terlalu memikirkan masalah.
Saya juga lebih memperhatikan aspek spiritual dan mencoba introspeksi kenapa kami belum dikaruniai keturunan. Mungkin ada dosa masa lalu yang menghalangi doa kami, Mungkin kami dirasa belum mampu untuk memiliki anak terutama dengan malihat kondisi kami saat itu yang tinggal di kostan yang menyulitkan ibu hamil karena kami meyewa kamar dilantai dua, tidak ada dapur, tidak bisa masak dan harus selalu beli jika ingin makan, Wilayahnya juga kurang higienis dan panas. Pindah ketempat baru pun aak sulit karena belum menemukan sewaan lain yang cocok tempat dan harganya. Ya, Mungkin waktunya yang belum tepat juga. Begitulah saya mencoba untuk berpositif thinking.

Saya mencoba beberapa ikhtiar sebelum akhirnya pergi ke dokter. Berhubungan intim dimasa subur itu sudah pasti, Ikhtiar yang pernah saya jalani tidak serumit pasangan lain,tapi mungkin bisa jadi masukan atau dipraktekkan.

1.Meningkatkan ibadah
Seperti yang sudah saya sebutkan, saya mencoba introspeksi dan memperbaiki diri dari segi rohani. Saya semakin rajin puasa, solat taubat, berdoa , dan mengaji.
Allah SWT mengabulkan doa orang yang berpuaasa. Selain itu puasa juga memperbaiki hormon-hormon.
Dosa bisa menghalangi terkabulnya doa, maka Solat taubat untuk memohon ampun atas dosa-dosa kita dimasa lalu. Membiasakan mengaji setelah solat fardu agar hati rileks dan tenang. Banyak membaca surat Maryam ayat 1-5, atau seluruhnya. Dalam surat maryam terdapat doa nabi Zakaria yang saat itu sudah tua memohon diberi keturunan kemudian dikabulkan oleh Allah. Semuanya saya lakukan demi memantaskan diri menjadi orang tua yang sanggup diberi amanat.

2. Sedekah
Kami rajin sedekah, nominalnya paling tidak 10% dari penghasilan kami. Karena kami yakin sedekah
melancarkan rizki, mengatasi kesulitan dan memudahkan urusan. Sedekah yang utama adalah kepada keluarga, tapi jika keluarga dirasa mampu, berikanlah kepada yatim piatu, atau fakir miskin lainnya.

3.Makan multivitamin,
 lupa merknya apa,tapi sayang tidak berlanjut karena saya merasa kurang terasa hasilnya. Apalagi siklus haid saya kala itu malah jadi panjang. Mungkin bukan salah multivitaminnya, tapi akhirnya saya memilih berhenti apalagi harganya cukup mahal.

4.Minum habattusauda dan sari kurma.
Karena kami sadar dengan kondisi kami saat itu yang sepertinya kurang gizi
Maklum kalau makan harus beli, dan tidak bisa punya banyak pilihan apalagi mendapatkan makanan yang sehat. Jadi kami mencoba makan habatussauda, apalagi katanya baik untuk hormon dan kesuburan.

5. Manajemen stres
Stres diketahui merembet pada berbagai penyakit, mulai sariawan, jerawat, rambut rontok, hinga kesuburan. Menyadari itu,saya mencoba latihan relaksasi dengan cara bernafas lewat hidung dan mengembuskan perlahan lewat mulut. Hal itu saya lakukan sambil mendengarkan rekaman suara yang ada dialam, seperti suara gemericik air hujan, debur ombak, kicau burng dll. Saya merasakan tubuh dan pikiran benar-benar rileks. Bagi yang ingin belajar cara manajemen stres dengan cara relaksasi bisa dipelajari disini. Saya dan suami juga mengurangi pertengkaran-pertengkaran yang tidak perlu dan fokus pada keharmonisan, hal ini kami percaya mengurani stres.

6.Makan ever E.
Saya pernah baca di forum, ever E bagus untuk kesuburan wanita. Jadi saya mencobanya.
Meskipun dosis vitamin E nya masih lebih rendah dari santa- E, tapi untuk permulaan saya pikir tidak ada salahnya mencoba karena banyak juga yang langsung berhasil

7.Makan jambu lokal.
Jambu lokal banyak kandungan vitamin C nya, bahkan termasuk yang tertinggi. Vitamin C bagus untuk kesehatan dan kelincahan sperma, jumlahnya pun jadi lebih banyak.Jadi tiap pagi kami saat suami mengantar ke pasar untuk beli lauk pauk, saya sempatkan mampir ke tukang buah untuk beli jambu.

8. Ke dokter kandungan.
Yang ini usaha terakhir yang kami lakukan. Saya pergi cek ke dokter kandungan beberapa hari setelah masa subur saya berakhir,Saat dicek, dokter mengatakan rahim saya baik dan siklus saya masih dianggap teratur,
jadi saya hanya diberi santa-e dan folavit. Namun belum sebulan dari situ, ternyata saya sudah telat datang bulan dan positif hamil. Sepertinya saat di USG,sudah ada tanda-tanda hamil namun rahim masih kosong.

Semua poin diatas kami lakukan secara bergantian, kecuali poin no 1 dan 2 tentunya. Mulai April 2013 dan positif hamil September 2013.
Alhamdulillah akhirnya Allah mewujudkan doa kami. dalam waktu singkat. Saya benar-benar bersyukur karena usaha yang kami lakukan terhitung mudah dan tidak terlalu banyak menguras biaya, tenaga apalagi pikiran dengan bolak balik program hamil ke dokter.

Dan itu berbarengan dengan kepindahan suami ke tempat kerja yang baru dengan kesejahteraan yang lebih baik, serta bersamaan juga dengan kepindahan kami ke tempat tinggal yang baru yang jauh lebih baik dan memudahkan untuk ibu hamil. Allah sungguh tau apa yang dibutuhkan hambanya, percayalah, giliran Anda pasti datang.
Semoga Anda diberi keturunan yang soleh tepat pada waktunya :)

Expecting Child Journey : Akhirnya, alhamdulillah sujud sukur

Setelah kunjungan ke dokter kandungan akhir Agustus lalu, aku kembali ikut suami ke Jakarta di awal bulan September. Bulan Agustus ini aku sudah bolak balik Jakarta-Tasik sebanyak 2kali, dan bulan ini kami masih disibukkan dengan rencana pindah kostan karena suami pindah kerja ke Jak-Bar. Kami memilih kostan yang lebih dekat dengan kantor, lebih luas, berlantai marmer, ada dapur, mesin cuci, lemari, dll.

Saat pagi-pagi hendak berangkat dari Tasik tgl 1 september, aku merasa agak pusing. Tapi kami sudah sepakat untuk balik ke Jakarta. Aku tau bulan ini adalah bulan yang sibuk, dan aku sudah pasrah kalau-kalua haidku terlambat lagi akibat capek, perubahan hormon, dsb. Yang jelas, jika perhitunganku benar, masa suburku berakhir setelah aku meninggalkan Jakarta tanggal 24 Agustus lalu, dan aku sudah berusaha maksimal untuk konsepsi. Selanjutnya tinggal pasrah.

Esok harinya setelah tiba di Jakarta tanggal 2 September, pusingku masih berlanjut. Malah lebih parah. Seperti kurang tidur/kebanyakan tidur di bis, atau masuk angin. Aku mencoba beristirahat dan rileks agar tidak terlalu capek. Setelah pusingnya berkurang, lusanya aku mencoba puasa selama 3hari.

Aku mulai menyadari haidku terlambat, pasti karena capek. Mestinya aku dateng bulan tanggal 5 September. Tapi aku sudah pasrahkan semuanya, dan menggunakan waktu yang ada untuk puasa, mumpung si haid belum dateng. Hari Minggu, tanggal 8 September, aku juga masih sempat jalan kaki mengelilingi monas karena ada event Jak-Japan Matsuri.

Seninnya si haid belum juha dateng. Maka aku kembali puasa 2 hari berturut-turut. Dan puasa dua hari itu kurasakan betapa lemes dan laparnya! Belum lagi kamar kostan yang memang panas, dan proses pindah kostan sudah dimulai, jadi aku harus mengepak semua barang untuk pindahan dengan ogah2an.

Tanggal 12 September, resmilah kami menempati kostan baru di wilayah Jelambar Jak-Bar. Meskpiun ownernya agak sok ngatur, aku berusaha senyaman mungkin. Asalkan bisa masak , ada kulkas dan bisa menghemat aku akan mencoba bertahan dulu. Meskipun sejak pindah kost-an aku agak susah tidur. Karena sudah telat haid 1minggu, aku berencana tespek lusa, tapi aku membatalkan  niatku dan memilih menunggu beberapa hari lagi. Apalagi aku ngga mau GR, sepertinya aku masuk angin.

Namun, sejak tanggal 15September, mulutku terasa aneh, rasanya enek terus, apalagi setelah makan kurma yg rasanya kelewat manis. Kadang saat bangun pagi, perut serasa ditekan, bercampur rasa lapar yang melumpuhkan dan membuat lemas. Sejak merasakan perut ditekan itu, kadang aku terbangun dini hari. Meski lapar, aku sering ngga berselera makan, enek banget. Puncaknya tanggal 18 September, rasa enek dan ga selera makannya benar-benar parah, bahkan untuk makan dan mencium bau masakan dari sesuap nasi pun udah enek. Meski setelah mengisi perut rasa eneknya berkurang. Padahal rasa laparnya bener-bener ga bisa dibohongi, lapar terus menerus. Akhirnya aku memutuskan untuk tespek, lagipula toh sudah telat 2minggu! dan aku tau ada yang berbeda dengan tubuhku.

Maka, subuh tanggal 19 September 2013 itu, aku memberanikan diri tespek, dengan alat tespek SENSITIF yang kubeli tahun lalu di Bengkulu! Kulihat alatnya belum expire date. Maka, kulakukanlah semua prosedur uji tes urin sesuai petunjuk dikemasannya. Dan, begitu kuangkat dari air urin, tanpa menunggu 1menitpun langsung tampaklah 2garis berwarna ungu/merah itu ! (aku ga paham itu warnanya ungu/merah, ga bisa bedakan). Yang jelas hasil tespeknya menunjukkan saya positif hamil, begitu kan?

Waah, dengan senyum-senyum simpul saya melihat kembali hasil tespek itu. Antara bahagia dan kurang percaya. Lalu iseng-iseng kufoto. Dan tespeknya kuperlihatkan pada suami yang baru aja bangun tidur. Dia keliatan senang dengan wajah yang masih ngantuk, jadi ga terlalu heboh juga luapan perasaan kita saat itu.

Namun, karena masih belum yakin kalau belum dipastikan oleh ahlinya, maka aku berencana mencari bidan untuk USG. Aku ingin memastikan kehamilanku, dan kandunganku. Kali terakhir aku melakukan USG saat ke dokter di akhir bulan agustus kemarin, hasilnya tidak ada apa-apa di rahimku, masih kosong. Jadi aku perlu USG sekali lagi untuk memastikan kehamilanku.
Aku sudah memberi kabar ke mama, tapi memintanya untuk tidak memberitahu orang lain dulu. Kan ga enak kalau hasil TP nya salah,hehe

Setelah salat duha, aku melakukan sujud syukur.
Bagaimana perasaan yang kurasakan saat ini?
Tentunya bahagia, akhirnya lega sekali setelah berusaha 1 tahun, dan setelah menikah selama 1 tahun 6 bulan, kami diberi keturunan juga. Padahal saya udah bener-bener ga ngarep dengan proses konsepsi bulan kemarin, juga dengan kondisi kami yang letih karena sibuk pindah dan bolak balik kampung halaman. Bahkan saya rasa, makanan yg kami makan tetap kuran bergizi.
Namun Allah maha kuasa, janin ini ditakdirkan kuat dan berhasil hidup, semoga dia tetap kuat dan sehat hingga persalinan nanti

Semoga kami bisa menjaga amanat ini, aamiin

Expecting Child Journey : Program Hamil Pertama

28 Agustus 2013
Setelah tak kunjung hamil, akhirnya saya memutuskan ke dokter kandungan. Sedikit cerita tentang usaha saya sebelum ke dokter kandungan bisa dibaca disini

Hari ini untuk pertama kalinya saya pergi ke dokter kandungan. Niat yang sudah muncul sejak beberapa bulan lalu, namun baru saya laksanakan sekarang. Kebetulan saat ini saya sedang pulang kampung untuk mengambil ijazah suami yang tertinggal, jadi saya pikir sekalian aja. Lagipula biaya konsultasi disini lebih murah dibanding kontrol di Jakarta, dan saya menemukan beberapa rekomendasi dokter kandungan dari teman-teman disini.

Dokter spesialis kandungan didominasi laki-laki, itulah salah satu alasan saya agak segan pergi cek ke dokter. Tambah lagi saya yakin kandungan saya baik-baik saja, tidak ada keluhan sakit saat haid ataupun gejala-gejala sakit lainnya dari kista, tumor. Saya menduga belum berhasilnya kami punya momongan adalah karena faktor stress dan gizi. Juga karena belum beruntung. Tapi karena suami terus menerus penasaran, dan selalu menyinggung kata-kata dokter kalau kami membicarakan tentang kegagalan konsepsi, akhirnya saya meminta mama untuk mengantar saya ke dokter.

Saya memilih dokter perempuan, sebutlah Dr.Bunga Sp.Og yang menurut info seorang teman yang pernah konsul kesana katanya praktek sore hari disalah satu apotek. Saat gugling mencari informasi, di forum saya dapati juga dia praktek dibeberapa RS dan apotek lainnya. Karena bingung, akhirnya kita memutuskan untuk pergi ke salah satu apotek mencari informasi.

Ternyata dr.Bunga sudah tidak praktek di apotek yang disebutkan teman saya, dan kita diberi informasi untuk pergi ke apotek Ad. Tapi saya tidak jadi konsultasi sore itu karena kemungkinanbaru mendapat giliran sekitar jam 22.00. Akhirnya saya didaftarkan untuk konsultasi esok harinya jam 8 pagi. Tapi masih belum tahu dapat nomor antrian berapa.

Maka pagi ini saya ditemani nenek pergi kesana. Apotek yang didalamnya ada ruang praktek dan ruang tunggu. Cukup bersih dan cat apoteknya terlihat masih baru, mungkin baru direnovasi 1 tahun lalu.

Saat datang, saya langsung bertanya pada petugas pencatat untuk mencari tau saya dapat nomor antri berapa. Seorang petugas yang berkerudung pink menjawab saya dengan acuh, sedangkan petugas yang berkerudung putih sedang mencatat riwayat pasien yang duduk didepannya. Saya masih belum dapat nomor antrian, petugas tau saya belum pernah periksa disitu dan hanya menyuruh saya menunggu. Sedikit bingung, tapi saya ikuti aja suruhannya.

Eh, ternyata saya dipanggil petugas pencatat setelah calon pasien yang duduk didepan mereka tadi selesai dicatat riwayatnya. Lalu kini giliran saya. Masih dengan sikap yang jutek mereka menanyai data diri saya dan riwayat siklus haid saya selama 3bulan terakhir. Sambil menyerahkan kartu pasien untuk saya, mereka menyarankan saya untuk minum air setidaknya 4gelas. Saya simpulkan itu tandanya mereka akan melakukan USG perut pada saya. Dan saya segera keluar sebentar untuk cari sarapan sekaligus minum sebanyaknya.

Kebetulan ada tukang bubur sekitar 3meter dari apotek itu. Saya memilih sarapan ditemani nenek saya yang ternyata sedang puasa :) ..Buburnya enak meski saya harus susah payah menelannya karena panas. Yang jelas, saya meminum air yang disajikan cuma-cuma disitu hingga 2 gelas. Selesai makan bubur saya beli aqua ukuran sedang. Dan setelah makan bubur ditambah meneguk 2 gelas air, saya mulai merasakan perut saya penuh. Tapi masih ada 1 botol air lagi yang harus saya habiskan.

Tunggu punya tunggu dari mulai jam 8, sang dokter ternyata belum datang juga. Pasien yang datang tidak banyak karena hari ini memang jam prakteknya singkat jadi dibatas. Sekitar jam 9  ada seorang wanita berusia bebrapa tahun lebih tua dari mamaku, turun dari sebuah mobil, aku langsung tau itu dokternya. Mungkin karena aura dokter itu beda ya dengan pasien, haha. Dia masuk dan melewati jajaran pasian sambil tersenyum. Aku buru-buru menghabiskan sisa air di botolku.

Pasien pertama baru saja masuk, dan aku tiba-tiba ingin buang air kecil! Alamaaaaak,,,aku ingin ke toilet tapi sepertinya sebentar lagi giliranku. Jadi aku terpaksa menahannya daripada antrianku diserobot...  :(

Benar saja, aku dapat urutan ke 4. Saat namaku dipanggil, aku buru-buru masuk sendirian, nenekku menunggu diluar saja. Nah bertemulah aku dengan dokter Bunga.. Beliau dokter senior, dan karakternya tidak banyak bicara. Ia melihat riwayat siklus haid selama 3bulan terakhir dan berpendapat siklus haidku yang 35hari itu masih normal, dan menilai saya gangguan hormon jika siklus saya lebih panjang dari 40hr.

Lalu saya diminta naik ke meja periksa untuk di USG perut. Perut saya diolesi semacam gel oleh perawat, lalu dokter mulai mengecek rahim saya. Alhamdulillah di rahim tidak terlihat ada penyakit. Hanya ada penebalan dinding rahim yang bisa jadi haid atau bisa juga berujung hamil. Saya divonis subur, dan kandungan saya baik.

Atas dasar itulah saya diresepkan vitamin yang sudah populer saya baca dari forum2 ibu hami, santa e 400iu dan folavit 400iu. Saya bertanya makanan apa yang sebaiknya dimakan, saya disarankan untuk makan yang bergizi karena dasarnya rahim saya sudah subur.

Keluar dari ruang periksa, saya membayar biaya konsultasi dokter dan USG sebesar Rp 80,000. Jumlahnya persis seperti yang saya baca di forum ibu hamil. Lalu saya menebus resep vitamin di apotek tersebut, santa E dan folavit masing-masing 30tablet dengan total Rp 166,000.

Setelah itu, saya dan nenek segera keluar dan pulang. Saya memberitahukan suami bahwa saya hanya diresepkan vitamin, dan alhamdulillah kandungan baik-baik saja. Saya juga memberitahunya bahwa bulan November nanti jika masih belum hamil saya disuruh konsultasi kembali ke dokter untuk promil berikutnya.