Paket Dikirim Via JNE, Belum Diterima Tapi Ditracking Sudah Diterima yang Bersangkutan?

Selasa, Mei 21, 2013 0 Comments A+ a-

Saya membuka sebuah online shop yang menyediakan baju import di facebook bernama Omote Fashion, dengan web resmi www.Omote-Fashion.com. Baru-baru ini saya mengalami masalah dengan pengiriman paket.

Kronologi:
Tanggal 13 Mei 2013 seorang reseller (Mira), order 2pieces baju kepada saya.Total pembelian dengan ongkir Rp 172,000.
Tanggal 14 Mei 2013 pembayaran saya terima  magrib
Tanggal 15 Mei 2013 sore hari, order tersebut saya kirim via JNE (reguler), ke alamat sebagai berikut:

Mira 

Jl. Layar 1 N0 1

Kelapa dua

Tangerang 15810

telp 081320039***

Tanggal 18 Mei 2013 Mira menghubungi saya via SMS. Dia mengaku belum terima paket. Saat itu saya sedang on the way bersama suami, jadi tidak bisa tracking resi. Maka saya meminta dia menunggu hingga senin sore (20 mei), jika paket masih belum sampai saya memintanya untuk menghubungi saya kembali.

Tanggal 20 Mei 2013 Mira kembali menghubungi saya tentang paketnya yang belum sampai tersebut. Saya memberi info sesuai tracking di web JNE bahwa paketnya itu sudah DELIVERED sejak tanggal 17 dan diterima sendiri oleh yang bersangkutan (Mira). No resi : CGK4L00310825013
Print screen terlampir : 



Anehnya, dia bersikeras belum terima paket tersebut dan meminta tanggung jawab saya.
Sebagai seller, saya tentu tidak lepas tangan dan bersedia membantu. Namun, tugas saya sebagai seller hanya sampai membantu push pihak JNE saja agar segera turun tangan. Sedangkan kewajiban utama, yaitu mengirim paket sudah saya jalankan.
Di website sudah tercantum dengan jelas  bahwa segala hal yang berkaitan dengan keterlambatan paket (kecuali kami yang teledor dalam menulis alamt) disebabkan JNE dan tugas saya hanya bisa membantu cek dan push JNE agar segera memproses paket.

Saya menyarankan dia untuk koordinasi dengan saya untuk kroscek ke JNE pusat setempat. Tapi reseller saya tidak mau mengurus dan menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada saya selaku shipper. Dia beralasan sayalah yang harus komplen ke JNE karena sepertinya dia bingung harus mendatangi JNE mana meski sudah saya beri petunjuk juga arahan. Sedangkan menurut hemat saya, si penerima paket mestinya berkoordinasi dengan shipper dengan datang langsung ke JNE dan kroscek kesana. Jadi status kejelasan paket ini bisa lebih cepat diketahui karena kedua pihak nge push JNE. Apalagi jika memang barang benar-benar belum diterima.


Dia malah menasihati saya bahwa sebagai seller saya harus tanggung jawab. Sebenarnya saya sedikit sakit hati juga, saya memang tidak berniat lepas tangan dan akan follow up ke JNE. Saya berusaha jelaskan batasan bantuan saya sampai dimana padanya. 

Di ujung percakapan, dia berkata jika barangnya tidak diterima maka dia minta uangnya dikembalikan.

Terlihat jelas reseller saya ini menganggap sayalah yang bersalah dan harus menanggung kelalaian orang lain. Saya sendiri merasa tidak bersalah, dan tidak mengerti kenapa pengiriman paket saya jadi seperti itu. Saya punya bukti valid hasil tarcking yang menunjukkan paket sudah dikirim dan diterima oleh yang bersangkutan. Selanjutnya pihak JNE lah yang 100% harus menanggung jika terjadi kelalaian atau kehilangan, bukan shipper. Toh term and condition itu sudah jelas tertulis di kertas resi

Lantas, siapa yang bohong? oknum kurir kah? atau siapa? Atau sebenarnya sudah diterima oleh orang rumah nya atau tetangga?

Saya pikir, masalahnya bukan pada jumlah uangnya. Anggaplah langsung saya refund uang tersebut, tapi terkesan tidak ada usaha sama sekali. Dan saya pikir, ini tidak adil bukan?

Tanggal 21 Mei 2013.
Pihak JNE  yang dihubungi memberi solusi agar reseller menanyakan terlebih dulu apa mungkin paket di titipkan ke tetangga di sebelah rumah  mira.
Dan jika status paket masih belum jelas juga, saya diminta bantu konfirmasi ke Ibu.Vera Jne Tangerang.
Beliau akan membantu memberikan bukti Asli yg ditanda tangan penerima/ menginvestigasi kurir yang mengantar paket itu.
Saya menghubungi Ibu Vera, lalu menceritakan duduk masalahnya dan sudah memberikan alamat dan no telp Mira ke beliau dan juga no saya. 

Saat ini saya masih menunggu kabar selanjutnya dari JNE tangerang. 

Sementara itu, saya mengirim pesan kepada Mira bahwa koordinasi dia dibutuhkan agar permasalahan paket bisa segera dituntaskan. Dan jika nanti dia ingin klaim, dia bisa memintanya pada pihak JNE. Saya juga menegaskan jika dia bersikeras tidak mau mengurus paketnya ke JNE maka saya tidak akan menanggapi komplainnya. 

Pihak Mira sepertinya mulai mengerti pentingnya ikut bekerja sama untuk mendatangi JNE. Dia membalas pesan saya sekitar jam setengah 4 sore dan berkata akan datang ke JNE.



Meski begitu, ia sempat memberi ''masukan" pada saya bahwa sebagai seller saya seharusnya memastikan  buyer menerima paket dengan selamat dan tidak sekedar mengirim lalu selesai perkara. 

Masukan itu saya terima, hanya saja dari awal si mbak ini mungkin memang sudah punya prasangka terhadap saya. Sebab saat saya belum tuntas memberi penjelasan prosedur apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah, ia sudah beranggapan saya akan lepas tangan. 
Oleh sebab itu saat saya menyarankan ia datang ke JNE pusat dikotanya ia menolak bahkan minta ganti rugi kepada saya seandainya paket tidak sampai. Akhirnya justru Mira yang terkesan tidak mau ribet. Meskipun kerja dari pagi hingga sore tapi sudah konsekuensi dia sebagai reseller untuk mengurus paket.

Saya menjawab pesannya dan menjelaskan prosedur umum dalam dunia jual beli online tentang masalah paket, seraya menerangkan bahwa ini bukan kali pertama paket yang saya kirim bermasalah dan memang selalu harus diurus kedua belah pihak.

Tanggal 22 Mei 2013
Mira belum memberi kabar kembali pada saya. Saya tidak tau apakah ia sudah mendatangi JNE sore kemarin atau belum. Pesan terakhir saya sepertinya baru dibaca saja.
Saya kembali mengecek status resi Mira di web JNE dan hasilnya masih tetap sama seperti sebelumnya.

Tanggal 23 Mei 2013
Saya menghubungi Mira dan menanyakan apakah ia sudah mendapat kejelasan tentang paket.
Hingga saat saya menulis ini, belum ada balasan, termasuk pesan saya yang sebelumnya.
Saya kembali menghubungi JNE Tangerang, dan pihak JNE bilang masih melakukan kroscek.

Tanggal 24 Mei 2013
Mira menjawab lewat inboks bahwa kurr sudah menghubungi dia dan disebutkan oleh kurir bahwa paket tersebut disimpan dikursi didepan rumah, dan tidak ada orang yang merasa mengambilnya!
Saya bertanya-tanya kenapa bisa disimpan begitu saja didepan rumah, bukannya itu sangat riskan.
Lalu bagaimana dengan bukti terima paket, kalau begitu siapa yang telah menandatanganinya?

Siangnya saya kembali menghubungi ibu Vera dan mengutarakan info yang saya terima dari reseller. Sepertinya beliau sendiri malah baru tahu tentang info tersebut. Beliau bilang akan mengecek ke kurir yang mengantar paket. Saya harap mereka bisa menangani masalah ini secepatnya, lagipula ini sudah berhari hari.

25 Mei 2013
Mira pun saat ini posisinya tidak di Tangerang, katanya pulang kampung ke tasik. Pesan saya yang treakhir diatas cuma di read saja pagi ini. Belum ada balasan.

27 Mei 2013
Tidak ada kabar dari Mira maupun JNE.
Saya menyesalkan sikap Mira yang kurang aktif berperan dalam masalah ini. Jika tidak saya follow up, ia diam saja tidak mengabari. Begitu pula JNE, tidak ada inisiatif untuk menghubungi saya.

28 Mei 2013
 Saya mendapat info dari ibu Vera bahwa paket akan diantar Senin (yang artinya kemarin) ke Mira karena beberapa hari lalu Mira sedang diluar kota. Jadi baru bisa Senin diantar.

Saya hubungi Mira tentang perkembangan kasusnya. Dan info yang saya dapat dari Mira paketnya hilang. (Setidaknya mungkin itu kesimpulan yang ia dapat dari kurir yg mengantar paket. Berbeda dengan info dari  JNE pusat Tangerang yang mengatakan akan mengantarkan paket). Mira meminta ganti rugi dalam bentuk uang pada kurir tersebut. Kurir menyanggupi untuk ganti rugi namun meminta waktu hingga tanggal 12 bulan depan, menunggu ia gajian. Belum jelas juga apa kurir bisa menepati janji atau tidak.


Saya menduga kurir tidak lapor ke kantor tentang kehilangan barang tersebut. Ia sendiri ceroboh meninggalkan paket di kursi, dan mungkin menandatangani sendiri kertas resi penerima.

Dan saya sendiri bingung menindak lanjutinya, karena dari pihak Mira dan kurir sudah ada perjanjian bahwa kurir akan mengganti paket yg hilang dengan uang segera setelah ia menerima gaji. Yang bisa dilakukan hingga saat itu hanyalah menunggu.

Kasus ini berakhir dengan menggantung (setidaknya dari sudut pandang saya).
Mira tidak menghubungi saya tentang kelanjutannya, selain dari awal ia sendiri tampaknya kurang gesit untuk menuntut haknya ke JNE, hanya terkesan pasrah karena ia tidak punya waktu untuk mengurusnya ke JNE.
Entah sudah diganti entah belum.

Saya seorang istri, seorang ibu, seorang wirausaha sekaligus freelancer yang bekerja dari rumah.
Mengasuh Aika, buah hati saya yang kini berusia 5 bulan sambil bekerja dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga adalah tantangan sendiri.

Saya mengelola dua online store terpisah yang masing-masing menjual produk yang berbeda, yaitu hijab dan tas import. 

Saya orang yang sederhana, dan addict sama makanan yang bertema coklat.
Saya suka fashion, make up, dan budaya pop Jepang (Manga, anime, j-pop).
Saya suka fotografi tapi ngga begitu doyan selfie.
Saya punya hobi ilustrasi yang belakangan ini saya salurkan ke fashion design


++++++Best Regard++++++++